Rekrutmen Calon Karyawan SPPG Desa Kumantan Diduga Jadi Ajang Reuni Keluarga Pansel

CK, (BANGKINANG) – Kejanggalan kembali mewarnai proses perekrutan calon karyawan Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) yang berada di desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar.

Hal tersebut sontak memicu timbulnya komentar dari mereka yang telah mendaftarkan diri sesuai dengan kualifikasi yang semula ditetapkan oleh panitia.

Kejanggalan tersebut disampaikan oleh salah seorang calon karyawan SPPG berawal dari ketidak konsistennya panitia yang awalnya menyebutkan akan meluluskan karyawan dengan jumlah 80 orang.

“Tentu dengan jumlah karyawan yang diterima sebanyak 80 orang itu membuat kami pun bersemangat memasukkan berkas lamaran, karena peluangnya besar,” ungkap NRS dengan ekspresi menahan marah.

“Kenyataannya justru yang diluluskan itu hanya 51 orang, dan itupun justru semakin aneh saya lihat,” ungkapnya kesal.

“Bisa pulak orang yang namanya jelas dalam pengumuman tidak lulus berkas administrasi malah lulus di tes tertulis, bahkan ada juga yang lulus ke tahap wawancara. Padahal syarat awalnya aja sudah tak lulus,” lanjutnya.

“Lebih parahnya lagi ternyata ada sekitar 5 orang yang lulus itu keluarga dari panitia yang namanya dipampang di selebaran pengumuman,” sambungnya.

Demi menjaga kode etik jurnalistik, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada salah seorang panitia yang kontaknya tertera pada pengumuman penerimaan calon karyawan SPPG tersebut.

“Informasi itu tidak benar, karena ada satu nama yang bukan siapa-siapa saya,” ungkap Dzil Khoir melalui pesan singkat What’s app.

“Kalau tidak percaya silahkan langsung yang bersangkutan,” lanjutnya ketika awak media menanyakan meski nama yang disebutkan tidak benar berstatus keluarga atau pun kerabatnya namun selebihnya itu benar.

Ketika awak media menekankan bahwa yang berhak memberikan konfirmasi tersebut dirinya dalam kapasitas sebagai panitia seleksi, Dzil Khoir hanya membaca pesan tersebut tanpa memberikan keterangan lebih jelas.