Kampar  

Terkait Tudingan Pengancaman Kades Sungai Tonang, Anasril Jelaskan Kronologi Sebenarnya

CK, (KAMPAR) – Sempat berederan video dengan durasi 46 detik yang menayangkan Kades Sungai Tonang, Yeni Rahman sedang melakukan panggilan melalui ponsel yang disebut-sebut adalah Anasril, yang merupakan mitra BGN pada Selasa, 24 Februari 2026 lalu melalui akun Facebook Shinta Ridho Fakhira.

Menyikapi viralnya video tersebut, Anasril mengulas kronologi sebelum terjadinya pembicaraan dirinya dengan Kades Sungai Tonang melalui ponsel, (25/02/2026).

“Sebelum video viral yang beredar di Facebook tersebut, Kades Sungai Tonang telah melakukan panggilan juga sebelumnya, dan panggilan itu berdurasi selama 3 menit,” ucap Anasril kepada awak media.

“Dalam panggilan sebelumnya tersebut, Kades Sungai Tonang mengatakan pada saya bahwa masyarakat desa Sungai Tonang yang memperoleh MBG dari dapur yayasan Alfatah desa Sungai Tonang merasa kesal akibat menu pical yang didistribusikan secara terlambat sehingga menyebabkan pical tersebut basi,” sambungnya.

“Dalam percakapan dengan durasi 3 menit sebelumnya itu bahkan Kades Sungai Tonang menyampaikan akan memobilisasi masyarakat untuk merusak dapur SPPG yang ada di desa Sungai Tonang, dan mengajak saya untuk mengabarkan BGN Provinsi, Kepala SPPG Sungai Tonang, Korwil Kabupaten Kampar, KPPG wilayah Riau,Kepri dan Sumbar,” lanjutnya.

“Sebagai mitra, saya tidak punya wewenang untuk menghadirkan orang-orang yang dimintainya untuk hadir untuk mendiskusikan terkait pendistribusian yang terlambat terhadap menu MBG tersebut,” ujarnya.

“Jangankan untuk menghadirkan mereka, untuk pengaturan menu, waktu persiapan dan pendistribusian menu MBG saja bukan wewenang saya sebagai mitra BGN,” kata Anasril.

“Kemudian setelah panggilan pertama tersebut, Kades Sungai Tonang, Yeni Rahman kembali menghubungi saya dengan durasi yang teracatat dalam riwayat panggilan saya berdurasi 31 detik. Dalam panggilan ini lah ternyata direkam dan disebarkan di Facebook,” ungkapnya.

“Kades Sungai Tonang dalam panggilan itu mengatakan saya mengancamnya dengan mengatakan kenapa saya kaitkan dengan status P3K nya. Perlu saya terangkan bahwa memang benar saya menanyakan kepada Yeni Rahman tentang bagaimana persoalan P3K nya lalu yang juga sempat viral dengan maksud untuk menindaklanjuti aturan atau regulasi yang mengatur tentang jabatan yang dimilikinya sebagai Kepala Desa dan juga P3K di salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Kampar,” tuturnya.

“Ketika dia (Kades Sungai Tonang) mengatakan ingin merusak dapur SPPG, saya sampaikan bahwa dapur itu adalah aset negara tentu akan ada konsekuensi hukum jika ada tindakan pengrusakan, tak ada saya mengancam, saya hanya mengingatkan,” tutup Anasril.