“Tiba-tiba Semua Jadi Supplier MBG. Yang Produksi Siapa?” HIPMI Kampar Soroti Keseimbangan Ekonomi

CK, (KAMPAR) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kampar menyoroti fenomena meningkatnya pelaku usaha yang bergerak sebagai supplier atau distributor. Di tengah tren tersebut, muncul pertanyaan mendasar yang kini ramai diperbincangkan: jika semua berlomba jadi “supplier MBG”, siapa yang memastikan keberlanjutan produksi di daerah?

Ketua HIPMI Kampar, Muhammad Suryatama, menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor distribusi merupakan hal positif, namun perlu diimbangi dengan penguatan sektor produksi.

“Sekarang ini kita lihat, tiba-tiba semua jadi supplier MBG, tapi pertanyaannya sederhana, yang produksi siapa? Kalau ini tidak kita perkuat, kita akan terus bergantung dari luar daerah,” ujar Muhammad Suryatama.

Ia menjelaskan, kebutuhan komoditas harian seperti telur, ayam, dan sayur di Kabupaten Kampar cukup tinggi, sementara produksi lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan secara konsisten.

“Kondisi ini membuat sebagian pasokan masih berasal dari luar daerah. Artinya, ada potensi ekonomi yang seharusnya bisa berputar di dalam daerah, tapi justru keluar,” tambahnya.

Menurutnya, penguatan sektor hulu menjadi langkah penting untuk menciptakan ekonomi daerah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Selain meningkatkan perputaran ekonomi lokal, langkah ini juga membuka peluang lapangan kerja baru.

HIPMI Kampar mendorong pelaku usaha agar tidak hanya fokus menjadi supplier, tetapi juga mulai memiliki peran dalam sektor produksi, baik secara mandiri maupun melalui kemitraan dengan petani dan peternak lokal.

“Kita ingin pengusaha di Kampar tidak hanya jadi supplier MBG, tapi juga jadi pemain di hulu. Di situlah kekuatan ekonomi daerah akan terbentuk,” tegasnya.

Ke depan, HIPMI Kampar juga mendorong pemetaan kebutuhan dan kapasitas produksi secara lebih terukur, agar peluang penguatan sektor hulu bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan potensi yang dimiliki, HIPMI optimis Kabupaten Kampar mampu berkembang menjadi daerah yang kuat di sektor produksi sekaligus distribusi.