CK, (BANGKINANG) – Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berfungsi untuk menyampaikan kegiatan Pemkab Kampar, Dinas Komunikasi, Informatika (Diskominfo) dan Persandian tentunya telah disediakan anggaran di setiap kegiatannya.
Di balik semua itu, Diskominfo sudah seharusnya tetap konsisten dalam memberikan informasi mengenai kinerja dan program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Alih-alih berfokus pada kinerja Pemkab Kampar, Diskominfo di bawah pimpinan Lukmansyah Badoe ternyata juga turut serta menjadi bagian humas dari beberapa instansi yang berada di luar jalur pemerintahan Kabupaten Kampar, contohnya, KUA dan Kemenag yang merupakan instansi yang berada di bawah payung Kementerian Agama dengan penganggaran tersendiri.
“Hal ini tentunya menjadi sebuah pertanyaan, apakah Diskominfo Kampar rangkap jabatan, sebagai corong informasi Kabupaten Kampar dan juga sebagai humas dari Kementerian Agama sekaligus?” Ungkap Pengamat Komunikasi jebolan Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Riau.
“Pertanyaan lain juga pasti akan muncul, jika memang multi job, tentu biasanya juga akan multi income. Kemana arah pendapatan dari luar tersebut? Apakah mengalir melalui dinas atau langsung ke saku pribadi yang bertugas menyediakan berita?” Lanjutnya.
“Semoga dengan adanya temuan dugaan multi fungsi ini bisa memberikan ruang bagi Bupati Kampar untuk melakukan evaluasi terhadap Pimpinan Dinas terkait agar tidak menjadi bumerang nantinya bagi jalannya roda pemerintahan,” tutupnya.
Berdasarkan pantauan melalui website resmi diskominfo Kampar https://mediacenter.kamparkab.go.id, tak hanya KUA dan Kemenag saja yang turut diberitakan melainkan ada beberapa instansi lain di luar jalur Pemkab Kampar.















